Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Viral Disosmed, Pengguna Whatsapp Ramai Pindah Ke Telegram !!!

Kangandi - Aplikasi pesan whatsapp menuai kritik dari sejumlah penggunanya, hal itu terjadi setelah whatsapp menerbitkan kebijakan privasi baru yang bakal mengumpulkan sejumlah data pribadi milik pengguna dan bisa dibagi ke aplikasi facebook.

Pemberitahuan ini disampaikan melalui notifikasi yang muncul diaplikasi layanan pesan instan itu kepada pengguna. Jika pengguna tidak setuju dengan perubahan kebijakan privasi dan persyaratan layanan maka tidak bisa akses whatsapp lagi.

Pembaharuan meliputi bagaimana pihak whatsapp memproses data pengguna, bagaiman bisnis dapat mengakses layanan di facebook untuk menyimpan dan mengelola obrolan whatsapp, dan bagaimana whatsapp akan segera bermitra dengan facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam disemua produk perusahaan. Kebijakan whatsapp ini dikabarkan akan mulai dilakukan pada 8 februari 2021.

Jika tidak setuju dengan pembaharuan tersebut maka pengguna tidak bisa lagi gunakan akun whatsapp, pembaharuan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pesan instan yang diumumkan pada bulan juli 2020 silam. Kebijakan whatsapp membagi data kepada facebook bukan hal yang aneh, sebab whatsapp merupakan bagian dari facebook setelah dibeli pada 2014 senilai US$16 miliar atau setara dengan Rp 190 triliun.

Berdasarkan laman resmi, data yang dikumpulkan meliputi informasi seperti model perangkat keras, informasi sistem oprasi, level batre, kekuatan sinyal, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telphone, operator seluler atau ISP), serta bahasa dan zona waktu. Lalu data yang dikumpulkan adalah alamat IP, informasi oprasi perangkat, dan pengidentifikasi ( termasuk pengidentifikasi unik terhadap produk perusahaan facebook yang dikaitkan dengan perangkat atau akun yang sama).

WhatsApp menyampaikan bahwa informasi yang dibagikan kepada Facebook mencakup informasi pendaftaran akun (seperti nomor telepon), data transaksi, informasi yang terkait dengan layanan, informasi mengenai cara berinteraksi dengan pengguna lain (termasuk bisnis) ketika menggunakan layanan.

Selain itu ada informasi perangkat seluler, alamat IP, dan mungkin termasuk informasi lain yang disebutkan di bagian 'Informasi yang Kami Kumpulkan' dalam Kebijakan Privasi, atau informasi yang didapatkan dengan pemberitahuan kepada pengguna, atau berdasarkan persetujuan pengguna.

Tak lama setelah kebijakan privasi baru itu muncul, sejumlah pengguna mengajak pengguna lain untuk pindah aplikasi perpesanan yang lebih aman. Misalnya, warganet mengajak pengguna WhatsApp untuk beralih ke Telegram. Bahkan, CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk mengajak pengikutnya di Twitter untuk beralih dari WhatsApp ke aplikasi Signal.

Telegram dan Signal memang dikenal sebagai aplikasi yang tidak mengoleksi data pribadi pengguna. Telegram diketahui hanya mengumpulkan info kontak dan identitas pengguna. Sedangkan Signal tidak ada data yang dikumpulkan. Signal hanya membutuhkan nomor ponsel untuk pendaftaran dan tidak menghubungkan nomor telepon itu ke identitas pengguna.

KANG ANDI
KANG ANDI Hatur nuhun....sudah bersedia mampir ke warung yang sangat sederhana ini...!!! Salam santun ka palawargi sadayana...!!!

Posting Komentar untuk "Viral Disosmed, Pengguna Whatsapp Ramai Pindah Ke Telegram !!!"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi